Bismillaah
Aku takut bertanya pada alloh
Aku takut bertanya mengapa.
Tapi aku juga lebih takut jika alloh mengira aku tak percaya pada Nya.
Tapi juga semakin merasa lemah dengan semua.
Aku merasa tak berdaya dan akan goyah
Semua pertanyaan ini hanya dapat ku ungkap dengan airmata
Aku merasa luka
Aku benci dusta....
Teriakan ku ini takkan menembus telingamu
Karena hanya sumpalan dusta didalamnya
Mengapa.....
Apabila cinta memanggilmu, ikutilah dia Walau jalannya terjal berliku dan Apabila sayapnya merangkummu Pasrahlah serta menyerah Walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukai mu
Translate
Minggu, 25 Mei 2014
Jumat, 12 Juli 2013
Tidak semua penghiburan diri itu baik
Tidak semua bentuk penghiburan diri itu baik.
Contoh penghiburan diri yg sangat buruk hingga bisa mjd do'a adalah org yg long single (jomblo) ketika menjawab pertanyaan.
x : Gimana sist kabarnya? dah nikah?
y : Hehehe...belum...
x : Haaah... blm nikah? masak hari gini blm nikah...? Entar keburu expired lho sist?
y : Iih... santai aja lagi... Biar jomblo yang penting hepi....
Naaah... kalimat pembelaan diri semacam itu mengandung dua makna:
1. Hatinya terjangkit penyakit munafiq. Boleh jadi dari hati terdalam sangat-sangat pengen nikah, tapi karena malu blm dpt2, akhirnya bilang gtu.
2.Itu adalah ungkapan bernada sombong seolah-2 nggak butuh nikah segera, maka malaikat muwakkal yg mendampinginya berdo'a pada Alloh agar si y tetap diberi kejombloan karena dia hepi dg statusnya sekarang.
Jadi cara memotivasi atau menghibur diri yg benar ketika ditanya spt percakapan di atas adalah :
x : Haaah... blm nikah? masak hari gini blm nikah...? Entar keburu expired lho sist?
y : Hehe... mohon do'anya aja ya, smga sblm expired, aku dah dpt jodoh yang lbh baik dari kamu.... hahahaha....
BTW... bantuan gue dwong... nyariin jodoh, entar kamu ta kasih komisi dech... hihi...
SahabatQ... jawaban ini, santai tapi mengandung usaha utk mencari jodoh... Juga mengandung do'a yg bagus. Dan tetep keliatan hepi...
Maka malaikat muwakkal berdoa :
Ya Alloh pertemukan si y dengan jodohnya ya Alloh... yg lbh baik dr sahabatnya. Smga kami bisa dpt komisi jg ya Alloh.... hehehe...
Contoh penghiburan diri yg sangat buruk hingga bisa mjd do'a adalah org yg long single (jomblo) ketika menjawab pertanyaan.
x : Gimana sist kabarnya? dah nikah?
y : Hehehe...belum...
x : Haaah... blm nikah? masak hari gini blm nikah...? Entar keburu expired lho sist?
y : Iih... santai aja lagi... Biar jomblo yang penting hepi....
Naaah... kalimat pembelaan diri semacam itu mengandung dua makna:
1. Hatinya terjangkit penyakit munafiq. Boleh jadi dari hati terdalam sangat-sangat pengen nikah, tapi karena malu blm dpt2, akhirnya bilang gtu.
2.Itu adalah ungkapan bernada sombong seolah-2 nggak butuh nikah segera, maka malaikat muwakkal yg mendampinginya berdo'a pada Alloh agar si y tetap diberi kejombloan karena dia hepi dg statusnya sekarang.
Jadi cara memotivasi atau menghibur diri yg benar ketika ditanya spt percakapan di atas adalah :
x : Haaah... blm nikah? masak hari gini blm nikah...? Entar keburu expired lho sist?
y : Hehe... mohon do'anya aja ya, smga sblm expired, aku dah dpt jodoh yang lbh baik dari kamu.... hahahaha....
BTW... bantuan gue dwong... nyariin jodoh, entar kamu ta kasih komisi dech... hihi...
SahabatQ... jawaban ini, santai tapi mengandung usaha utk mencari jodoh... Juga mengandung do'a yg bagus. Dan tetep keliatan hepi...
Maka malaikat muwakkal berdoa :
Ya Alloh pertemukan si y dengan jodohnya ya Alloh... yg lbh baik dr sahabatnya. Smga kami bisa dpt komisi jg ya Alloh.... hehehe...
Sabtu, 06 Juli 2013
Alhamdulillah, Aku tidak pacaran lagi
Setelah ku post-kan
artikel yang berjudul “ Yang Lalu biarlah berlalu “ kemudian disusul artikel “
Yang ditingglkan karena Alloh akan diganti dengan yang lebih baik”... tiba-tiba
terbesit ingatan akan masa lalu yang indah tapi menyeramkan ......
Ada banyak hubungan, tapi
mengapa aku memilih hubungan yang bernama pacaran..... memang bukan itu niat
awal ku mulai hubungan itu, niat awal ku, niat awal kami adalah hanya saling
mengenal untuk kemudian ke jenjang pernikahan.... begitulah, .. tapi itu adalah
pikiran kami ketika jiwa kami dalam tingkatan labil bin galau....
6 tahun putus
nyambung...... Bertengkar karena ketidakdewasaan kami, hati ini sepertinya akan
terus kuat mengahadapi semua ini, tapi ternyata tidak .
Alloh berkata lain untuk
hubungan ini, yang akhirnya pada satu titik aku pergi karena terlalu
mencintainya.....
Dengan hati lemahnya, dia
terus mengatakan hal buruk pada ku karena meninggalkannya, tapi sungguh karena
dirinya , aku ingin kita ada dijalan yang benar.....Ya, Hubungan ini sudah
mencapai tanda titik. Selesai.
Lama kubiarkan semua
berjalan sekehendak waktu, tak kubiarkan telinga maupun mataku melihat dan
mendengar semua tentangnya, meski hati ini tetap menderu namanya, ingin tahu
segala tentangnya.
Hingga takdir Alloh
berkata, ya inilah waktunya, Larik sms darinya ku terima, tiba-tiba kabar
tentang kedekatan dengan sesosok lain pun ku dengar..... kenapaaaaaa ?
Aku tak pernah mengira,
aku berusaha menjaga semua untuk nya, tapi dia tak bisa menaklukkan semua.
Tidak ada lagi kita dalam hidupnya.
Kini pasangannya sudah berbilang.
aku hanya terus berdoa
tentang kebaikannya. Memohon dia kembali menjadi sosok baik dan indah, bukan
murahan.
Tapi kali ini Alloh belum
memberiku jawaban.
Dan aku hanya berkata. Aku
setia, dan alhamdulillah aku tidak mendua seperti dia. Aku tidak memilih
pacaran lagi.
Benar, ada banyak sosok
lain yang ingin mendampingi ku, tapi mereka hanya melihat indah luar ku. Dan aku
bertahan. Meski tidak dapat kupungkiri, aku kesepian, aku selalu tergiang olehnya,
aku membutuhkan dia. Tapi untung saja Alloh memberiku hati yang kuat.
Beruntungnya aku karena
Alloh masih menunggu ku dan menerima ku yang sudah membuatnya tak suka.
Dan jangan pernah melihat
kecilnya maksiat yang kita lakukan, tapi lihatlah kepda siapa kita bermaksiat.
Alloh ...... teruslah
membersamaiku,
meski aku hanya sepi
diantara gemerlap dunia fana.
Biar ilmu Mu yang jadi
teman ku, biar malam-malam ku yang jadi pertemuanku pada Mu untuk mengadu, biar
kutitipkan saja semua pada Mu,.....
Alloh aku mohon kerelaaan
atas setiap keputusan Mu....
Rabu, 03 Juli 2013
Ingatlah Selalu Nikmat Alloh pada Kita
Bismillah,
Jalan hidup yang kita tempuh memang berat, kalo boleh memilih tentu kita akan lebih memilih jalan hidup yang indah dan mudah, tapi inilah jalan yang harus dilalui oleh setiap kita, tak satu orangpun yang tidak pernah merasakan ujian dan cobaan. Namun denga takdir Alloh, inilah jalan yang kita tempuh dan harus dilalui, untuk mencapai tujuan yang lebih baik.
Seberat apapun hidup ini, jangan pernah lupa untuk selalu bersyukur pada Alloh ta'ala. Bgaimanapun juga, jika kita amati, hayati dan kita rasakan, pasti akan kita dapai bahwa nikamat Alloh, karunia2Nya dan kebaikan2Nya sangat banyak dilimpahkan pad kita, tak pernah berhenti kita dapatkan.
Mulai dari tubuh yang sehat, anggota badan lengkap, makan tiap hari, tinggal ditempat yang layak, menghirup udara setiap hari, gratis lagi, bukannkah itu sungguh merupakan nikamat yang tiada tara ??
Bandingkan saja dengan teman2 kita yang sakit, denga teman kita yang anggota tubuhnya tidak lengkap, atao teman2 kita yanga da di daerah bancana ato didaerah yang tidak aman, perang terus, serab kekurangan , dihantui rasa takut serta berbagai kepedihan yang dialami oleh banyak manusia disekeliling kita. (Oya jangan lupa doakan mereka dengan doa Allohummah farij humumahum wa naffis kurubaatihim ' Ya Alloh singkirkan dan sudahi kepedihan dan nestapa mereka )... Jadi bukankah kita lebih beruntung dari mereka, dan bahwa kita tidak hanya hidup dengan satu ato dua nikmat saja, tapi kita hidup diatas lautan nikmat yang tiada bertepi.
karena itu, da dalam surat Ar rohman pun sebanyak 30 kali Alloh berulang kali mengingatkan kita dengan ayat :
fABI AYI ALAAI ROBBI KUMAA TUKADZIBAN ? 'Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kalian dustakan ?'.
Ya, jika kita selalu mengingat nikmat Alloh, maka dada kita akan terasa lapang, hidup terasa nikamat dan pikiran pun menjadi tenang. Karena diri kita akan merasa bahwa kita telah mendapatkan banyak fasilitas dan kebaikan dari Alloh ta'ala. Sehingga kalo kita rasakan, kondisi tersebut akan memudahkan kita menata langkah2 kehidupan ini dengan mantap, penuh kesadaran serta tidak mudah goyah.
Tentu beda , jika yang kita ingat hanya kesulitan2 hidup saja serta nestapa dan berbagai masalah yang kita hadapi. Pasti kita hanya akan merasakan sempit hati, merasa paling susah, pikiran sempit, suntuk dan marah2 serta mengumpat dan mengeluuuuuh terus.
lalu kenapa tidak kita hilangkan kesulitan ini dengan terus bersyukur agar Alloh menambah nikmat ato setidaknya dengan berfikir positif tentang alloh, maka alloh akan memberikan kita kemudahan dalam berfikir dan menjalani hidup ini. Sebab janji Alloh tidak akan pernah didustakan.
Allohu'alam
Jalan hidup yang kita tempuh memang berat, kalo boleh memilih tentu kita akan lebih memilih jalan hidup yang indah dan mudah, tapi inilah jalan yang harus dilalui oleh setiap kita, tak satu orangpun yang tidak pernah merasakan ujian dan cobaan. Namun denga takdir Alloh, inilah jalan yang kita tempuh dan harus dilalui, untuk mencapai tujuan yang lebih baik.
Seberat apapun hidup ini, jangan pernah lupa untuk selalu bersyukur pada Alloh ta'ala. Bgaimanapun juga, jika kita amati, hayati dan kita rasakan, pasti akan kita dapai bahwa nikamat Alloh, karunia2Nya dan kebaikan2Nya sangat banyak dilimpahkan pad kita, tak pernah berhenti kita dapatkan.
Mulai dari tubuh yang sehat, anggota badan lengkap, makan tiap hari, tinggal ditempat yang layak, menghirup udara setiap hari, gratis lagi, bukannkah itu sungguh merupakan nikamat yang tiada tara ??
Bandingkan saja dengan teman2 kita yang sakit, denga teman kita yang anggota tubuhnya tidak lengkap, atao teman2 kita yanga da di daerah bancana ato didaerah yang tidak aman, perang terus, serab kekurangan , dihantui rasa takut serta berbagai kepedihan yang dialami oleh banyak manusia disekeliling kita. (Oya jangan lupa doakan mereka dengan doa Allohummah farij humumahum wa naffis kurubaatihim ' Ya Alloh singkirkan dan sudahi kepedihan dan nestapa mereka )... Jadi bukankah kita lebih beruntung dari mereka, dan bahwa kita tidak hanya hidup dengan satu ato dua nikmat saja, tapi kita hidup diatas lautan nikmat yang tiada bertepi.
karena itu, da dalam surat Ar rohman pun sebanyak 30 kali Alloh berulang kali mengingatkan kita dengan ayat :
fABI AYI ALAAI ROBBI KUMAA TUKADZIBAN ? 'Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kalian dustakan ?'.
Ya, jika kita selalu mengingat nikmat Alloh, maka dada kita akan terasa lapang, hidup terasa nikamat dan pikiran pun menjadi tenang. Karena diri kita akan merasa bahwa kita telah mendapatkan banyak fasilitas dan kebaikan dari Alloh ta'ala. Sehingga kalo kita rasakan, kondisi tersebut akan memudahkan kita menata langkah2 kehidupan ini dengan mantap, penuh kesadaran serta tidak mudah goyah.
Tentu beda , jika yang kita ingat hanya kesulitan2 hidup saja serta nestapa dan berbagai masalah yang kita hadapi. Pasti kita hanya akan merasakan sempit hati, merasa paling susah, pikiran sempit, suntuk dan marah2 serta mengumpat dan mengeluuuuuh terus.
lalu kenapa tidak kita hilangkan kesulitan ini dengan terus bersyukur agar Alloh menambah nikmat ato setidaknya dengan berfikir positif tentang alloh, maka alloh akan memberikan kita kemudahan dalam berfikir dan menjalani hidup ini. Sebab janji Alloh tidak akan pernah didustakan.
Allohu'alam
Selasa, 02 Juli 2013
Hidup ini Cuma Sebentar
Pernahkah kita mengamati, telah berapa lama hidup yang telah kita lalui ?
kalo belum, yukk kita tengok sejenak ke belakang, saat kita masih kenak2, main boneka2an, hujan2an, masak2an dll, itu semua masa yang indah kan ?
Lalu kini ...... usia kita sudah diatas dua puluh, atau tiga puluh, ada juga yang sudah berkeluarga, bahakan ada juga yang sudah beranak cucu. Perhatikan saja.... telah berapa lama kita hidup ?.... hmmmm ternyata seperti baru kemarin saja kan....
kadang kita merasa bahwa kita masih lama menjadi kakek nenek, tapi sepertinya kita perlu deh tanya kakek nenek kita. mungkin mereka juga akn menjawab bahwa masa kanak2 dan masa muda mereka seolah baru kemarin ini.
Kesimpulannya, Hidup ini cuma sebentar....!
Alloh Subhanahu wata'ala pun juga mengabarkan bagaimana perasaan orang2 di hari kiamat nanti tentang lama mereka tinggal di dunia :
" Pada hari mereka melihat hari berbangkit, mereka merasa seakan2 tidak tinggal didunia melainkan sebentar saja di waktu sore atau pagi hari " ( An Nazi'at : 46 )
Jadi apa gunanya kita mengingat hatl tersebut ?!
Jika kita sadar sepenuhnya bahwa hidup ini sebentar saja, kemudian ada kehidupan berikutnya yang kekal dan abadi dimana kebahagiaan dan kesengsaraan kita pada hari itu sangat ditentukan pada apa yang kita lakukan sekarang, maka kesadaraan tersebut akan membuat kita pandai 'berhitung'.
Dalam artian, kita akan berupaya sedapat mungkin menggunakan waktu yang singkat ini untuk kebahagiaan kita yang abadi kelak, walopun itu artinya kita harus berlelah-lelah, melipatgandakan kesabaran dan menahan hawa nafsu kita serta harus melewati berbagai rintangan dan cobaan dalam ketaan dan ketaqwaan.
Dan sebaliknya, kita tidak akan pernah bersedia mengejar kesenangan sesaat, kenikmatan semu dan berbagi hiasan setan dalam berbagai bentuk kemaksiatan, jika taruhannya adalah kesengsaraan abadi di hari kiamat.
Jadi kita perlu sadar bahawa hidup ini cuma sebentar, namun dari yang sebentar ini, akan menjadi penentu kehidupan kita yang kekal dan abadi.
Semoga Allog Ta'ala memberikan kita hidayah untuk menyadari arti kehidupan ini yang sebenarnya. Aamiin.
Wallohu 'alamu Bisshowab
Semoga bermanfaat.
kalo belum, yukk kita tengok sejenak ke belakang, saat kita masih kenak2, main boneka2an, hujan2an, masak2an dll, itu semua masa yang indah kan ?
Lalu kini ...... usia kita sudah diatas dua puluh, atau tiga puluh, ada juga yang sudah berkeluarga, bahakan ada juga yang sudah beranak cucu. Perhatikan saja.... telah berapa lama kita hidup ?.... hmmmm ternyata seperti baru kemarin saja kan....
kadang kita merasa bahwa kita masih lama menjadi kakek nenek, tapi sepertinya kita perlu deh tanya kakek nenek kita. mungkin mereka juga akn menjawab bahwa masa kanak2 dan masa muda mereka seolah baru kemarin ini.
Kesimpulannya, Hidup ini cuma sebentar....!
Alloh Subhanahu wata'ala pun juga mengabarkan bagaimana perasaan orang2 di hari kiamat nanti tentang lama mereka tinggal di dunia :
" Pada hari mereka melihat hari berbangkit, mereka merasa seakan2 tidak tinggal didunia melainkan sebentar saja di waktu sore atau pagi hari " ( An Nazi'at : 46 )
Jadi apa gunanya kita mengingat hatl tersebut ?!
Jika kita sadar sepenuhnya bahwa hidup ini sebentar saja, kemudian ada kehidupan berikutnya yang kekal dan abadi dimana kebahagiaan dan kesengsaraan kita pada hari itu sangat ditentukan pada apa yang kita lakukan sekarang, maka kesadaraan tersebut akan membuat kita pandai 'berhitung'.
Dalam artian, kita akan berupaya sedapat mungkin menggunakan waktu yang singkat ini untuk kebahagiaan kita yang abadi kelak, walopun itu artinya kita harus berlelah-lelah, melipatgandakan kesabaran dan menahan hawa nafsu kita serta harus melewati berbagai rintangan dan cobaan dalam ketaan dan ketaqwaan.
Dan sebaliknya, kita tidak akan pernah bersedia mengejar kesenangan sesaat, kenikmatan semu dan berbagi hiasan setan dalam berbagai bentuk kemaksiatan, jika taruhannya adalah kesengsaraan abadi di hari kiamat.
Jadi kita perlu sadar bahawa hidup ini cuma sebentar, namun dari yang sebentar ini, akan menjadi penentu kehidupan kita yang kekal dan abadi.
Semoga Allog Ta'ala memberikan kita hidayah untuk menyadari arti kehidupan ini yang sebenarnya. Aamiin.
Wallohu 'alamu Bisshowab
Semoga bermanfaat.
Minggu, 30 Juni 2013
Nasehat Ibu yang Bijaksana pada Putrinya
Wahai putri ku, engkau telah meninggalkan rumah tempat engkau tumbuh di dalamnya, berpindah dirumah seorang pria yang belum kau kenal dan teman hidup yang belum kau akrabi. maka jadilah engkau sebagai budak baginya niscaya ia akan menjadi budak bagimu. jagalh sepuluh perangai untuknya, niscaya dia akan menjadi dasar berpijak dan peringatan bagimu.
Pertana dan kedua : Tunduk pada suami dengan sikap Qona'ah, mendengar dengan baik dan taat
Ktiga dan keempat : Jagalah penglihatan dan penciumannya. Jangan sekali-kali pandangan matanya jatuh pada sesuatu yang jelek dari dirimu dan jangan sampai ia mencium dari dirimu kecuali aroma wewangian.
Kelima dan keenam : Perhatikan waktu tidurnya dan waktu makannya. Karena panasnya rasa lapar begitu membakar dan kurangnya tidur memicu kemarahan.
Ketujuh dan kedelapan : Menjaga hartanya, belas kasih dan sayang pada sanak saudara dan keluarganya. Landasan menjaga harta adalaha membuat erhitungan yang baik dan landasan menjaga keluarga adalah baik dalam mengatur.
Kesembilan dan kesepuluh : Jangan engkau durhaka padanya dalam satu perkara pun dan jangan sebarkan rahasianya. Karen ajika engkau menyelisihi perintahnya dan menyalakan amarahnya, dan engkau sebarkan rahasianya, engkau tidak akan aman dari penghianatannya.
Kemudian , hindarilah wahai anak ku dari bersuka cita di hadapan kesedihannya dan jangan bersedih di hadapan suka citanya.
Pertana dan kedua : Tunduk pada suami dengan sikap Qona'ah, mendengar dengan baik dan taat
Ktiga dan keempat : Jagalah penglihatan dan penciumannya. Jangan sekali-kali pandangan matanya jatuh pada sesuatu yang jelek dari dirimu dan jangan sampai ia mencium dari dirimu kecuali aroma wewangian.
Kelima dan keenam : Perhatikan waktu tidurnya dan waktu makannya. Karena panasnya rasa lapar begitu membakar dan kurangnya tidur memicu kemarahan.
Ketujuh dan kedelapan : Menjaga hartanya, belas kasih dan sayang pada sanak saudara dan keluarganya. Landasan menjaga harta adalaha membuat erhitungan yang baik dan landasan menjaga keluarga adalah baik dalam mengatur.
Kesembilan dan kesepuluh : Jangan engkau durhaka padanya dalam satu perkara pun dan jangan sebarkan rahasianya. Karen ajika engkau menyelisihi perintahnya dan menyalakan amarahnya, dan engkau sebarkan rahasianya, engkau tidak akan aman dari penghianatannya.
Kemudian , hindarilah wahai anak ku dari bersuka cita di hadapan kesedihannya dan jangan bersedih di hadapan suka citanya.
Al Ghomiisho
Seorang pendamping yang
utama adalah seorang wanita yang terbimbing dan cerdik yang berkumpul padanya
kebaikan.
Seorang wanita dari ahlul
jannah adalah da’iyah ilalloh, mujahidah di jalan Alloh dan sabar atas musibah2
yang menimpanya, suka bertanya tentang agamanya, mulia dirumahnya dan
menunaikan perjanjian Alloh dan rosulNya.
Dialah Ummu Sulaim
Rodhiyallohu ‘anha, Al Ghomiisho’ bintu Milhan, ibunya Anas bin Malik
Rodhiyallohu ‘anhu, dan beliau adalah istri Abu Tholhah Rodhiyallohu ‘anhu.
Rosululloh Sholallohu ‘alayhi
wassalam berkata ;
“Diperlihatkan surga pada
ku, lalu aku melihat istri Abu Tholhah” (HR. Muslim 2457, dari hadist Jabir bin
Abdillah Rodhiyallohu’anhu )
dan dalam suatu riwayat, dari Anas bin Malik Rodhiyallohu'anhu, berkata Rosululloh sholallohu'alayhi wassallam, " Aku masuk surga, lalu aku mendengar suara, maka aku bertanya, " siapakah ini ?", mereka berkata, " Ini adalah Ghomiisho' binti mIlhan, ibunya Anas bin Malik" (Hr. Muslim)
mengapa Al Ghomiisho begitu istimewa ? lihatlah keutamaan2 beliau berikut :
*> Sebagai Da'iyah ilalloh tampak tinggi dalam kisah pernikahannya
Dari hadist Anas bin Malik Rodhiyallohu'anhu katanya : " Abu Tholhah melamar Ummu Sulaim, maka berkata Ummu Sulaim, " Demi Alloh, tidak ada orang yang sebanding dengan mu wahai Abu Tholhah. akan tetapi engkau adalah seorang lelaki kafir, seadangkan aku seorang muslimah, maka tidak halal bagiku untuk menikah dngn mu. bila engkau mau masuk Islam, maka itulah mahar ku dan aku tidak meminta kepadamu selain itu." kemudian Abu Tholhah masuk Islam, dan keislamannya itu adalah mahar pernikahannya" ( An nasai).
Berkata Tsabit "Aku tidak pernah mendengar seorang yang lebih muliamaharnya daripada Ummu Sulaim, yakni Islam".
*> Keikutsertaan Ummu Sulaim berjihad Fii Sabilillah
Sesungguhnya Ummu Sulaim banyak mengikuti peperangan bersama Rosululloh Sholallohu'alayhi Wassalam.
Dikeluarkan Muslim dalam Shahihnya dari Anas Rodhiyallohu'anhu " Rosululloh Sholallohu'alayhi Wassalam pernah berperang bersam Ummu Sulaim dan beberapa wanita Anshor. Merekalah yang mengambilkan air dan mengobati luka-luka".
*> Kesabaran Ummu Sulaim dapat terlihat dari sikapnya menghadapi kematian anaknya dari hasil pernikahannya dengan Abu Tholhah.
Dikeluarkan dari Bukhori dan Muslim dari hadist Anas bin Malik Rodhiyallohu'anhu, katanya : " adalah anak Abu Tholhah sakit. Abu Tholhah pergi dan anaknya meninggal. Ketika kembali ia bertanya pada istrinya, 'sedang apa anakku ?' Ummu Sulaim menjawab ' Ia sekarang lebih tenang keadaannya', Kemudian Ummu Sulaim menghidangkan makan malam, maka merekapun makan setelah itu tidur malam dan Abu Tholhah mencampurinya. Ketika Abu Tholhah telah menyelesaikan hajatnya, Ummu Sulaim berkata, ' Dia tinggal sebagaimana dulu'. Keesokan paginya Abu Tholhah mendatangi Rosululloh Sholallohu'alayhi Wassalam dan menceritakan pada beliau kejadian tersebut. Beliau bertanya, ' Apakah engkau mencampuri isrimu tadi malam ?' Abu Tholhah menjawab"ya". Beliau lalu berdoa " Ya Alloh berilah keberkahan untuk keduanya dimalam hari itu".
Kemudian Ummu Sulaim melahirkan seorang anak. Lalu Abu Tholhah berkata pada ku" jagalah anak ini sampai kamu menemui Naabi Sholallohhu'alayhi wassalam bersamanya. Maka dibawalah nak itu kepada nabi dan bersamanya beberpa biji kurma.
Nabi Sholallohu'alayhi Wassalam mengambil anak itu dan berkta " Apakah ada sesuatu bersamanya ?, mereka berkata " ya. Ada beberapa biji kurma"
Naabi Sholallohu'alayhi Wassalam mengambil kurma itu dan mengunyahnya lalu beiau mengeluarkanya dari mulut beliau dan beliau suapkan ke bayi itu dan anak itu beliau beri nama Abdulloh."
*> Adapun keantusiasannya dalam bertanya tentang agamanya adalah seperti yang dikeluarkan Bukhori dan Muslim.
Dari Ummu Salamah Ummul Mukminin Rodhiyallohu'anha katanya : " Ummu Sulaim istri Abu Tholhah sedang menemui Rosululloh Sholallohu'alayhi Wassalam dan bertanya ' Wahai Rosululloh, sesungguhnya Alloh tidak melu menyampaikan kebanaran, apakah wanita wajib mandi bila ia bermimpi ?', maka Rosululloh Sholallohu'alayhi Wassalam brkata " Ya. Bila ia melihat air mani".
*> Kedermawanan Ummu Sulaim di rumahnya dan ma'rifatnya bahwa Alloh 'Azza wa Jalla akan memberinya ganti kepada orang yang berinfaq di jalanNya
*> Adapun tentang wafa' nya terhadap apa yang dijanjikan Alloh adalah seperti yang dikeluarkan Bukhori dan Muslim
Dari Ummu 'Athiyah Rodhiyallohu'anha katanya " Kami berba'iat pada Nabi Sholallohu'alayhi Wassalam maka beliau mebacakan atas kami, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan Alloh ( Al Mumtahanah :12) dan melarang kami dari nihayah (meratapi mayit ). Mka para wanita diantara kami menarik tangannya kemudian berkata, fulanah telah menggembirakanku dan aku bermaksud membalasnya, maka aku tidak mengucap apa2. kemudian aku pergi dan datang lagi, maka tidak ada wanita yang menunaikan ba'iatnya kecuali Ummu Sulaim, Ummu Ala' dan anak perempuan Abi Saburoh istrinya Muadz atau anak perempuan Abi Saburoh dan Istri Muadz"
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)